Bentuk Tim Siap Siaga Penanggulangan Karhutla, Bupati Sri: Risiko di Berau Sangat Tinggi

diterbitkan: Kamis, 7 Agustus 2025 10:14 WITA
Bupati Berau, Sri Juniarsih mengecek kesiapan pada apel kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla di Berau, Kamis (7/8/2025).

TANJUNG REDEB – Berau menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang saat ini terpantau sebagai daerah sangat berisiko mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu terlihat dari data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) di Berau yang mencapai 173,37. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau langsung membentuk Tim Siap Siaga Penanggulangan Karhutla.

“Risiko di Berau sangat tinggi,” kata Bupati Berau, Sri Juniarsih dalam arahannya pada apel kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla Berau 2025 di Tanjung Redeb, Kamis (7/8/2025).

Baca juga  Turun Melaut Sejak 17 Februari, Tiga Nelayan Berau Dilaporkan Lost Contact

Orang nomor satu di Berau ini menyebutkan, cuaca panas ekstrem di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau, merupakan salah satu potensi yang bisa memicu terjadinya karhutla.

Melihat kondisi ini, Bupati Sri pun memerintahkan agar tim yang sudah dibentuk ini dapat memaksimalkan posko siaga yang tersebar di kawasan yang berpotensi mengalami karhutla.

Tak hanya itu, petugas juga diharapkan dapat secara masif melakukan sosialisasi kepada warga kampung agar tak membuka lahan dengan cara membakar.

Baca juga  Bupati Sri Dorong Kendaraan Luar yang Beroperasi di Berau Mutasi ke KT

Terpenting, perangkat daerah terkait, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau harus memastikan peralatan pemadaman khusus penanganan karhutla dapat difungsikan dengan baik.

“Untuk meminimalisir risiko, kita harus memulainya dari kesiapan dan sumber daya yang kita miliki,” kata Bupati Sri.

Selain BPBD, Bupati Sri juga berpesan agar seluruh instansi terkait, seperti penegak hukum dan pihak pengendalian bencana dapat bersinergi dengan baik dalam program ini.

Baca juga  Belum Semua Pantai di Berau Memiliki Penjaga, Disbudpar Tekankan Pentingnya Mitigasi Mandiri Bagi Pengelola

“Perlu membangun sinergi untuk mengecilkan potensi kerugian akibat karhutla,” sebutnya.

Bupati Sri juga berpesan kepada seluruh warga Berau agar dapat sadar dengan potensi bahaya karhutla. Selain denga tidak membakar lahan, bantuan dari warga juga dipercaya dapat mengurangi potensi risiko karhutla ke depan.

“Ayo kita gotong-royong selamatkan Berau dari bencana karhutla,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait