Bukan Sekadar Masa Lalu, Bupati Sri Juniarsih Ingin Sulap Dua Keraton Berau Jadi Magnet Wisata Dunia

diterbitkan: Rabu, 18 Maret 2026 09:51 WITA
Bupati Berau, Sri Juniarsih.
Bupati Berau, Sri Juniarsih.

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau mempertegas komitmennya untuk memaksimalkan potensi situs sejarah daerah sebagai daya tarik wisata unggulan sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.

Fokus perhatian utama kini tertuju pada dua situs peninggalan besar, yakni Keraton Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur, yang menjadi simbol identitas budaya Bumi Batiwakkal.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menilai keberadaan situs sejarah tersebut memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. 

Menurutnya, sejarah bukan sekadar masa lalu, melainkan aset daerah yang harus dijaga dan dikelola secara profesional untuk memperkuat sektor pariwisata di kancah nasional maupun internasional.

Baca juga  Menjelajahi Puncak Rejeki Panaan: Destinasi Wisata Minat Khusus Baru di Kelay Berau

“Sejarah itu aset berharga untuk kemajuan daerah, terutama untuk peningkatan pariwisata,” ujar Sri Juniarsih.

Ia menjelaskan, tren perjalanan wisatawan saat ini cenderung mencari pengalaman autentik melalui latar belakang sejarah dan keunikan budaya masyarakat setempat.

Hal inilah yang membuat situs-situs bersejarah, seperti Keraton Sambaliung dan Gunung Tabur, memiliki daya tarik magnetis bagi para pengunjung yang ingin menyelami akar budaya Berau.

Baca juga  Bupati Berau Tekankan Peran ASN Sebagai Pelayan Masyarakat di Peringatan HUT ke-54 KORPRI

“Turis pasti penasaran dengan situs sejarah kita, budaya yang ada harus dilestarikan untuk mendukung pariwisata,” lanjutnya.

Di sisi lain, ia juga memproyeksikan kedua situs tersebut sebagai ruang pembelajaran luar kelas bagi para pelajar.

Pemerintah daerah ingin memastikan generasi muda Berau tidak hanya membaca sejarah melalui buku, tetapi dapat berinteraksi langsung dengan peninggalan fisik yang masih terjaga keasliannya.

Baca juga  Bukan Sekadar Pamer Keindahan, Bupati Sri Juniarsih Ungkap Strategi Baru Jual Wisata Berau

“Kita menjaga situs sejarah ini tidak hanya sebagai potensi pariwisata, tetapi juga rujukan fisik pembelajaran sejarah bagi anak-anak Berau,” terangnya.

Upaya penguatan wisata sejarah ini menjadi semakin krusial di tengah dinamika pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD).

Pemerintah Kabupaten Berau berharap sektor pariwisata, mulai dari kekayaan bahari, keajaiban alam, hingga wisata sejarah, dapat bertransformasi menjadi penopang ekonomi daerah yang tangguh dan memberikan dampak kesejahteraan langsung bagi masyarakat luas. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait