Bukti Warga Berau Tajir-Tajir, Emas Perhiasan Jadi Juara Pendorong Inflasi

diterbitkan: Selasa, 3 Maret 2026 08:00 WITA
Foto: Salah satu toko emas yang ada di Tanjung Redeb, Berau. (Zuhrie/Nuster)

NUSANTARA TERKINI – Badan Pusat Statistik Kabupaten Berau merilis data mengejutkan terkait kondisi ekonomi daerah pada bulan lalu. Bukan didominasi urusan dapur namun tingginya pembelian perhiasan justru menjadi biang kerok utama kenaikan harga barang dan jasa.

Tingkat inflasi bulanan tercatat menyentuh angka 0,15 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar akibat meroketnya transaksi komoditas emas perhiasan di pasaran.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Berau Mega Safira Aulia mengaitkan anomali ini dengan memanasnya situasi internasional. Dinamika geopolitik dan kebijakan moneter secara langsung mendongkrak harga logam mulia sekaligus menyumbang andil inflasi 0,13 persen.

Baca juga  Ekspor Melambat, Ekonomi Kaltim Tetap Diprediksi Tumbuh Positif

“Mendorong lonjakan harga emas dunia,” ujarnya pada Senin (2/3/26).

Beban Kebutuhan Pokok Warga

Selain urusan gaya hidup tekanan ekonomi juga datang dari sektor kebutuhan pangan jelang bulan puasa. Daging ayam ras ikut mencatat lonjakan harga akibat tingginya permintaan serta patokan nilai jual dari agen besar.

Pengeluaran masyarakat juga semakin berat ketika tarif listrik kembali ke angka normal usai masa diskon di bulan sebelumnya berakhir.

Baca juga  Berau Darurat Stunting: 60 Persen Balita Tak Terpantau Posyandu, Bupati Sri Juniarsih Berang

‘Hal ini langsung memicu kenaikan indeks pengeluaran untuk kelompok perumahan dan bahan bakar rumah tangga,”jelasnya.

Angka inflasi daerah ini secara perhitungan tahun ke tahun bahkan telah menembus level 4,15 persen. Kelompok makanan dan minuman mendominasi sumbangan inflasi tahunan tersebut dengan andil mencapai 1,18 persen.

Pengaruh Sentimen Musiman

Lonjakan harga beras daging ayam hingga ragam ikan laut menjadi motor penggerak utama inflasi tahunan tersebut. Komoditas lain penyumbang inflasi bulanan mencakup angkutan udara hingga berbagai jenis sayuran segar.

Baca juga  Klir! 215 Jemaah Haji Berau Sudah Divaksin, Siap Berangkat Pertengahan Mei

Mega menyimpulkan bahwa rentetan fluktuasi indeks pengeluaran masyarakat ini didorong oleh dua kekuatan besar. Tarik ulur pasar internasional berjalan beriringan dengan kebiasaan konsumsi warga menyambut perayaan hari besar keagamaan.

“Masih dipengaruhi faktor global serta momentum musiman menjelang Ramadan,” tutupnya.(*)

Topik: , ,
Bagikan:
Berita Terkait