NUSANTARA TERKINI ,- Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya memecahkan persoalan klasik yang kerap mencekik pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yakni keterbatasan modal. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kini didorong menjadi jalan keluar paling rasional bagi para pebisnis lokal.
Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau mengambil langkah jemput bola dengan menggelar sosialisasi khusus di Ruang RPJMD Bapelitbang. Sebanyak 36 pelaku usaha dipertemukan langsung dengan empat raksasa perbankan penyalur kredit.
Kehadiran perwakilan BPD Kaltimtara, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Mandiri ini diharapkan mampu mengikis keraguan masyarakat.
Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita menyadari, akses permodalan masih menjadi momok menakutkan bagi pengusaha kecil yang ingin segera naik kelas.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memberikan informasi yang jelas dan terperinci,” ujar Eva pada Senin (9/3/26).
Putus Rantai Kebuntuan Modal
Program pembiayaan dari pemerintah pusat ini dinilai sebagai instrumen paling efektif untuk memperkuat fondasi bisnis rakyat. Suntikan dana segar tidak hanya bermanfaat untuk memperbesar kapasitas produksi, tetapi juga berpotensi membuka keran lapangan kerja baru di daerah.
Eva menilai, ajang pertemuan tatap muka ini menjadi momentum emas bagi para peserta. Mereka bisa langsung mengorek informasi sedetail mungkin, terkait persyaratan administrasi hingga mekanisme pencairan dana tanpa perlu bolak balik mendatangi kantor cabang bank.
“Dengan menghadirkan pihak bank secara langsung pelaku UMKM dapat bertanya dan mendapatkan penjelasan secara rinci mekanisme dan syarat mengajukan KUR dengan bunga rendah,” tambahnya.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar mentalitas pelaku usaha di Berau semakin berani bersentuhan dengan lembaga keuangan formal.
Akses pembiayaan yang tepat sasaran diyakini sanggup melontarkan grafik pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau ke arah yang jauh lebih positif.(*)





