BERAU – Potensi kenaikan harga bahan pokok, terutama bahan pangan menjadi perhatian serius Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong. Rudi mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada operasi pasar, namun juga memperkuat produksi lokal.
Dia berpendapat, operasi pasar seperti yang selama ini dilakukan hanya strategi jangka pendek yang dilakukan pada momen-momen tertentu. Namun, untuk memastikan kestabilan harga di sepanjang tahun, dibutuhkan kebijakan yang berkelanjutan.
“Operasi pasar itu strategi jangka pendek. Untuk waktu yang lebih panjang, strategis baru harus disiapkan. Bisa dengan memperkuat ketahanan pangan, dan produksi lokal,” kata Rudi.
Menurutnya, sumber persoalan inflasi di Berau bukan pada kurangnya intervensi pasar, tetapi lemahnya kapasitas produksi lokal. Ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar membuat harga komoditas sangat mudah bergejolak saat terjadi gangguan distribusi.
Rudi mendorong pemerintah daerah dan OPD teknis bekerja lebih terkoordinasi dalam memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan UMKM tiga sektor yang dinilai paling strategis untuk menopang ketersediaan pangan.
Langkah yang ia nilai krusial meliputi percepatan pengembangan sentra produksi, peningkatan distribusi pangan, hingga percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha kecil.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya transparansi informasi harga di tingkat pedagang untuk mencegah spekulasi yang sering memicu kenaikan harga mendadak.
“Strategi harus dua sisi, dari kebijakan pemerintah terhadap program pangan, dan juga transparansi harga bagi para petani dan pedagang,” pungkasnya. (adv)






