NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah merancang pembangunan kawasan industri perikanan modern di Kecamatan Muara Badak. Langkah strategis ini diambil guna memaksimalkan potensi laut Kutai Kartanegara demi mendongkrak perekonomian warga.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji berjanji akan mengawal langsung pembangunan pusat perikanan terpadu tersebut hingga terealisasi. Ia menyampaikan rencana besar ini saat melakukan kunjungan Safari Ramadhan bersama sejumlah kepala perangkat daerah di Masjid Raudhatul Jannah.
Pemerintah akan memastikan kehadiran industri ini mampu mengolah hasil tangkapan nelayan secara maksimal. “Potensi perikanan kita bisa dikelola dengan teknologi terkini demi kesejahteraan masyarakat lokal,” tutur Seno Aji pada Kamis (12/3/2026).
Gencarkan Program Pendidikan Gratis
Selain mematangkan rancangan infrastruktur kelautan pemerintah daerah juga membeberkan sejumlah program kesejahteraan masyarakat. Seno Aji turut menyerahkan bantuan peralatan bagi pelaku usaha mikro serta menyosialisasikan program pendidikan gratis.
Fasilitas kuliah tanpa biaya dari jenjang sarjana hingga doktoral ini diprioritaskan bagi putra daerah yang telah mengantongi KTP Kaltim minimal tiga tahun. “Seluruh mahasiswa berhak mendapatkan hak pendidikan gratis ini selama berkuliah di Kaltim,” tegasnya.
Bantuan Menyentuh Lapisan Bawah
Program sosial bertajuk Gratispol juga terus digenjot untuk meringankan beban kalangan masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini mencakup fasilitas umrah untuk pengurus masjid hingga perbaikan hunian warga agar menjadi jauh lebih layak.
Seno Aji memastikan pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai program sosial tambahan untuk membantu warga miskin. “Program administrasi rumah layak huni secara gratis serta beberapa program sosial lainnya tetap berjalan untuk masyarakat,” ungkap Seno Aji.
Pemerintah provinsi menyadari bahwa pelaksanaan program besar ini masih memerlukan banyak perbaikan sistem operasional. Langkah evaluasi terus dilakukan secara masif guna mencegah timbulnya kebingungan di lapangan bagi calon mahasiswa baru.
“Kami terus memperbaiki sistem agar ke depan tidak ada lagi kegaduhan di tengah masyarakat,” pungkasnya.





