5 Bulan Terjadi 25 Kasus Kebakaran di Berau, Masalah Instalasi Listrik Tua Jadi Penyebab

diterbitkan: Selasa, 19 Mei 2026 08:00 WITA
Kebakaran Berau
Kebakaran di kawasan padat permukiman, Kelurahan Rinding, Teluk Bayur, April 2026 lalu.

NUSANTARA TERKINI – Ancaman bencana kebakaran masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga Kabupaten Berau sepanjang awal tahun 2026.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau mencatat, dalam kurun waktu Januari hingga April saja, sedikitnya telah terjadi 25 peristiwa kebakaran.

Mirisnya, mayoritas dari total insiden tersebut melanda kawasan perumahan dan permukiman padat penduduk.

Tingginya angka kebakaran rumah ini membuat pihak pemadam kebakaran meningkatkan status kewaspadaan.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, dominasi kebakaran rumah tersebut menjadi perhatian utama lantaran pemicu utamanya adalah masalah korsleting (hubungan arus pendek) listrik serta kelalaian warga dalam menggunakan perangkat elektronik.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan bahwa bangunan dengan instalasi listrik yang sudah berumur alias tua menjadi sorotan tajam karena dinilai sangat rawan memicu percikan api, terlebih saat dibenturkan dengan cuaca panas.

Baca juga  Pembangunan Sekolah Rakyat Palaran Capai 40 Persen, Dinsos: Lokasi Lain Menyusul

“Kami mengimbau warga rutin mengecek kondisi kabel dan instalasi listrik agar risiko kebakaran bisa diminimalkan,” tegas Rakhmadi, Senin (11/5/2026).

Fluktuasi Kasus dan Bahaya Kabel Usang yang Diabaikan

Berdasarkan data statistik Disdamkarmat Berau, lonjakan kasus paling ekstrem terjadi pada Januari 2026 dengan total 11 kejadian, di mana 7 di antaranya merupakan kebakaran rumah warga.

Angka ini sempat melandai pada Februari dan Maret yang masing-masing mencatat 3 laporan kasus. Namun, memasuki bulan April, grafik kebakaran kembali merangkak naik secara signifikan menjadi 8 kasus.

“April kembali naik. Ada 5 kebakaran pemukiman, 2 kebakaran lahan, dan 1 kejadian terkait instalasi PLN,” rinci Rakhmadi.

Baca juga  Gara-gara Tak Berizin, ESDM Hentikan Galian C di Berau, Harga Tanah Timbunan Melonjak

Menurutnya, banyak warga yang kerap mengabaikan peremajaan kabel di dalam rumah mereka. Padahal, instalasi listrik lama yang sudah rapuh, ditambah penggunaan muatan listrik yang berlebih (overkapasitas) tanpa kendali, dapat dengan mudah memicu korsleting listrik yang berujung pada hangusnya bangunan dalam sekejap.

Tips Mitigasi: Cegah Korsleting Listrik di Lingkungan Rumah

Sebagai langkah antisipasi mandiri di tingkat rumah tangga, Disdamkarmat Berau membagikan beberapa poin penting yang wajib diperhatikan oleh masyarakat guna meminimalkan potensi bahaya arus pendek:

  • Peremajaan Instalasi Berkala: Lakukan pemeriksaan dan ganti instalasi kabel listrik rumah yang sudah berusia di atas 10–15 tahun dengan menggunakan kabel berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia).
  • Hindari Stopkontak Bertumpuk: Jangan membiasakan menumpuk colokan (steker) secara berlebihan pada satu stopkontak karena dapat memicu panas berlebih (overheating) pada kabel.
  • Matikan Alat Elektronik Tak Terpakai: Cabut kabel charger, matikan kipas angin, atau pendingin ruangan (AC) saat hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
  • Gunakan Jasa Teknisi Resmi: Selalu gunakan jasa instalatur listrik resmi atau petugas PLN yang tersertifikasi jika ingin menambah daya atau memperbaiki jaringan listrik rumah.
Baca juga  Solusi Modal Replanting Sawit Berau: Disbun Arahkan Petani Akses Dana BPDP

Disdamkarmat menegaskan, walaupun kesiapsiagaan armada dan petugas pemadam kebakaran terus disiagakan 24 jam, peran aktif dan kesadaran preventif dari masyarakat dalam menjaga kelistrikan rumah tetap menjadi faktor paling krusial untuk menekan angka kebakaran di Bumi Batiwakkal.(*)

Bagikan:
Berita Terkait