Harga Minyak Dunia Naik, Pertamina Kaji Tarif BBM Nonsubsidi

diterbitkan: Rabu, 4 Maret 2026 10:41 WITA
Ilustrasi SPBU milik Pertamina. Foto: Internet.

NUSANTARA TERKINI – PT Pertamina buka suara mengenai desas-desus kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi. Isu ini mencuat seiring melonjaknya harga minyak mentah global akibat memanasnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron membenarkan bahwa pihaknya tengah memantau ketat pergerakan harga minyak dunia. Ia menyebut evaluasi tarif bahan bakar di dalam negeri akan disesuaikan dengan eskalasi konflik di kawasan tersebut.

“Untuk tarif BBM ke depan masih kami pantau,” ucap Baron pada Rabu (4/3/26).

Baca juga  Dua Sampel Pertamax yang Diuji Pemkot Samarinda Punya RON di Bawah 90, Kualitas Lebih Rendah dari Pertalite

Timur Tengah selama ini memegang peran vital sebagai salah satu lumbung energi terbesar dunia. Jalur distribusi logistik dari kawasan tersebut juga sangat krusial bagi kelancaran rantai pasok global.

Kondisi yang tak menentu ini memaksa Pertamina memutar otak guna menjaga ketahanan energi nasional. Perusahaan pelat merah tersebut tengah memproses berbagai langkah strategis mulai dari skema reguler hingga opsi darurat.

“Baik melalui pola yang selama ini dilakukan maupun opsi lainnya,” kata dia.

Baca juga  Proyek RDMP Balikpapan, Membangun Legacy Pertamina

Antisipasi Gangguan Pasokan

Pertamina tidak menampik bahwa konflik antarnegara berdampak langsung pada kelancaran impor minyak mentah Indonesia. Meski begitu mereka belum memutuskan untuk menghentikan total pasokan dari negara langganan.

Manajemen saat ini sibuk menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait. Langkah mitigasi risiko disiapkan dengan membuka peluang kerja sama mendatangkan minyak dari negara lain.

Singapura dan Amerika Serikat santer disebut sebagai calon pemasok alternatif untuk mengamankan cadangan domestik. Namun proses negosiasi peralihan impor tersebut masih berjalan dan belum bisa diungkap secara rinci.

Baca juga  Syarat Bantuan Pemerintah, UMKM Berau Wajib Punya NIB

Di tengah ketidakpastian global ini masyarakat diminta tidak panik karena stok bahan bakar masih memadai. Proses pengadaan pasokan tambahan terus dikebut dengan mengutamakan prinsip tata kelola yang baik dan transparan.

“Untuk pelaksanaan impor seperti yang kami sampaikan, saat ini masih berproses,” ujar Baron.

Bagikan:
Berita Terkait