NUSANTARA TERKINI – Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi unggulan Kabupaten Berau yang terus dikembangkan dalam tahap transisi ekonomi dari sektor pertambangan batu bara.
Dalam prosesnya, destinasi wisata yang ada tentu tidak hanya dituntut menarik untuk dikunjungi wisatawan, tapi juga harus lebih aman dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan penguatan kapasitas pengelola destinasi wisata di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau, utamanya dalam menghadapi potensi bencana.
Salah satu langkah yang dilakukan di sini adalah menggelar bimbingan teknis (bimtek) keamanan dan keselamatan di destinasi wisata tahun 2026 yang diikuti 25 peserta dari 13 kecamatan. Fokus bimtek kali ini pada mitigasi bencana.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, bimtek ini merupakan ruang yang diberikan pemerintah daerah kepada para pemangku kepentingan di sektor pariwisata.
Untuk mewujudkan destinasi wisata yang berkelanjutan, tentu persoalan keamanan menjadi hal yang sangat penting.
“Keamanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan destinasi wisata. Jadi, pelaku pariwisata harus memiliki pemahaman pencegahan serta penanganan ketika terjadi kondisi darurat,” kata Yudha.
Ia menyebutkan, mitigasi bencana dinilai penting untuk dilakukan karena destinasi wisata di Berau memiliki beragam karakter, mulai dari kawasan pulau, pesisir, sungai hingga daratan.
“Makanya penting untuk dilakukan penguatan kapasitas atau SDM (sumber daya manusia) dari pelaku pariwisata,” tuturnya.
Harapannya, masing-masing pelaku pariwisata dapat melakukan pencegahan terjadinya bencana dan jika terjadi bencana, mereka juga bisa melakukan penanganan sesuai dengan karakter daerahnya masing-masing.
“Dengan pemahaman yang baik, maka ketika terjadi bencana, pelaku pariwisata bisa melakukan penanganan secara profesional dalam hal memberikan perlindungan kepada wisatawan,” pungkasnya. (*/adv)






