NUSANTARA TERKINI – Anggota Komisi II DPRD Berau Sakirman, mendesak pemerintah daerah memperketat pengawasan distribusi gas LPG bersubsidi tiga kilogram selama bulan suci Ramadan.
Pengendalian sistematis sangat krusial, agar bahan bakar bersubsidi tersebut tidak mendadak gaib atau hilang dari pasaran.
Ia menegaskan, bahwa gas melon merupakan urat nadi bagi kelangsungan dapur rumah tangga prasejahtera dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah.
Stabilitas harga serta jaminan kelancaran pasokan, harus segera dijadikan prioritas utama oleh instansi terkait guna melindungi daya beli masyarakat bawah.
“Gas melon ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya Kamis (5/3/26).
Jaga Dapur Rakyat Tetap Ngebul
Permintaan pasar yang meroket tajam menjelang hari raya, selalu membuka celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk mempermainkan harga dan menahan stok.
Sakirman menuntut jajaran Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, segera turun gunung menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah agen dan pangkalan.
Langkah tegas tersebut dinilai ampuh untuk memastikan kelancaran distribusi sekaligus menekan lonjakan harga liar yang kerap mencekik warga miskin.
Ia juga mendorong aparat penegak hukum tidak ragu menyeret para mafia penimbun gas subsidi ke ranah pidana karena telah merugikan rakyat.
“Semoga tidak terjadi kelangkaan kasihan masyarakat yang benar benar memerlukan,” pungkasnya. (*)





