NUSANTARA TERKINI – Potensi pariwisata di Kabupaten Berau tidak hanya bertumpu pada keindahan baharinya.
Wisata darat di Bumi Batiwakkal dinilai memiliki daya tarik luar biasa yang sangat potensial untuk dikembangkan lebih jauh, terutama karena memiliki keunikan alami yang jarang ditemukan di daerah lain.
Kepala Bidang Bina Pemasaran dan Kerja Sama Disbudpar Berau, Fitriansyah, menyoroti salah satu destinasi unggulan yakni Air Panas Asin Pemapak.
Berbeda dengan pemandian air panas pada umumnya yang tawar, Pemapak menawarkan sensasi air panas alami yang terasa asin.
Keunikan inilah yang menurutnya menjadi nilai jual utama bagi pariwisata darat Berau.
“Enggak semua tempat punya air panas yang air asin. Nah kita ini punya Air Asin Pemapak itu kan, dia kan air panas asin, itu salah satu keunggulannya,” ungkap Fitriansyah, Senin (9/3/2026).
Selain Pemapak, Berau juga bangga memiliki Labuan Cermin, sebuah danau fenomenal yang dikenal dengan dua rasa, asin di lapisan bawah dan tawar di bagian atasnya.
Sama halnya dengan pemandian air panas asin, fenomena alam ini merupakan aset langka yang terus ditonjolkan dalam setiap agenda promosi.
Sektor wisata sejarah dan budaya pun tak kalah memikat. Kehadiran Museum Batiwakkal dan Keraton Sambaliung menjadi bukti kekayaan peradaban lokal.
Keunikan ini semakin kuat karena Berau menjadi salah satu daerah langka yang memiliki dua kesultanan yang sah secara negara dalam satu wilayah yang sama.
Guna memaksimalkan potensi tersebut, Disbudpar Berau gencar melakukan promosi digital melalui media sosial resmi instansi serta akun Lovely Berau.
Langkah ini dinilai paling efektif dan efisien, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah saat ini.
“Ini juga bentuk upaya promosi (lewat media sosial),” tambahnya.
Tak hanya di dunia maya, strategi pemasaran juga merambah ke media konvensional.
Disbudpar rutin menggelar pameran dua kali setahun serta memasang pamflet dan baliho lintas wilayah di kota-kota besar Kalimantan Timur, seperti Bontang, Samarinda, hingga Balikpapan.
Pemasangan iklan luar ruang ini dilakukan selama satu bulan penuh setiap tahunnya.
Inovasi promosi lainnya adalah kolaborasi dengan pihak akomodasi.
Disbudpar bekerja sama dengan sejumlah hotel di Berau untuk menitipkan pamflet berisi rekomendasi destinasi wisata di setiap kamar.
Dengan begitu, wisatawan yang baru tiba bisa langsung mendapatkan informasi mengenai objek wisata menarik di Berau.
“Kami kerja samanya itu juga akan dititipkan dalam kamar. Jadi siapa wisatawan yang datang itu bisa lihat. Itu salah satu bentuk upaya pemasaran, bukan cuma wisata darat, wisata bahari, semua seperti gitu,” pungkasnya. (Adv)





