BERAU – Pemkab Berau meresmikan Puskesmas Non-Rawat Inap 24 Jam dan Persalinan di Kecamatan Gunung Tabur. Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2025 lalu.
Keberadaan Puskesmas 24 jam tersebut tentu mendapatkan respons baik dari DPRD Berau. Namun, Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi mengingatkan agar Pemkab Berau bisa rutin melakukan pembinaan, dan peningkatan kapasitas bagi Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengoperasikan fasilitas tersebut.
Dia meyakini, bahwa pelayanan yang optimal hanya bisa terwujud bila tenaga medis dibekali kemampuan profesional dan semangat pelayanan yang tinggi.
“Infrastrukturnya sudah ada, tapi SDM tidak boleh dibiarkan saja tanpa pembinaan. Kualitas SDM harus ditingkatkan,” tegas dia.
Menurutnya, peningkatan kapasitas dan kualitas SDM tidak boleh hanya terbatas pada tenaga kesehatan (nakes) saja. Namun termasuk petugas administrasi yang berada di Puskesmas juga perlu mendapatkan pelatihan berkelanjutan.
“Kalau mau memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sasaran, tenaga administrasi juga harus dibina. Selain itu, pelayanan yang baik pasti akan membuat masyarakat puas,” tambahnya.
Secara umum, Frans Lewi mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, tenaga medis, hingga masyarakat untuk mendukung visi Pemkab Berau dalam menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
“Kesehatan adalah fondasi pembangunan. Jika masyarakat sehat, maka produktivitas meningkat dan kesejahteraan akan ikut terangkat. Puskesmas 24 jam di Gunung Tabur menjadi langkah awal yang patut dicontoh untuk wilayah lainnya,” tutup Frans. (adv)






